Jumat, 27 Oktober 2017

Membuka Kran Rizki

Bekerja dengan jujur,semangat,etos kerja yang tinggi, juga dedikasi terhadap instansi merupakan kunci bagi anda dalam memperoleh rizki Allah. Tak usah ke dukun, pesugihan dan macam. Anda harus yakin-bahkan haqqul yaqin-bahwa Allah adalah Dzat yang menurunkan rizki kepada makhlukNya yang bertebaran di muka bumi ini.Allah swt.menyatakan dalam firmanNya:

۞ وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ


Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh). (  QS.Hud : 6  )
Anda harus yakin dengan janji Allah ini.Bahwa semua apa yang berjalan di muka bumi pasti akan di beri-Nya rizki.Tanpa terkecuali. Semut , burung, laba-laba,kambing,dan semua jenis binatang pasti mendapat jatah rizkinya.Apalagi anda yangberakal, mampu bekerja dan mampu menyalurkan skill yang Anda miliki. Baiklah, untuk meyakinkan kepada Anda bahwa rizki Allah bertebaran di muka bumi, ada baiknya penulis sampaikan sebuah cerita, dengan harapan setelah membaca cerita ini Anda tidak lagi merasa pesimis.

Begini ceritanya :

Suatu ketika Ibrahim bin Adham punya keinginan untuk bertaubat (Anda tahukan bahwa Ibrahim bin Adham tadi-nya adalah seorang raja baik yang kaya raya dan memilikikekuasaan yang luas) lantaran dalam kalbunya selalu ada bisikan-bisikan Tuhan yang selalu mengejar-ngejarnya . Karena hal ini pula, ia pada suatu saat melakukan perburuan.

Karena merasa lelah, akhirnya ia beristirahat dan mengeluarkan bekal untuk dimakan. Ditengah-tengah menikmati makanan tersebut, seekor gagak datang dan langsung memunguti roti dengan paruhnya, lalu burung itu terbang kembali. Dengan perlakuan gagak yang demikian, ia menjadi heran dan langsung membuntutinya hingga gagak itu melewati bukit.Lenyaplah ia dari penglihatan Ibrahim.

Tetapi Ibrahim tidak menyerah, ia terus mendekati bukit dan mencari burung itu.Lalu terlihatlah gagak itu dari tempat yang jauh. Ibrahim mempercepat langkahnya sampai mendekati gagak tersebut. Maka terlihat oleh Ibrahim seorang pria dengan tangan dan kaki terikat. Ia rebah terlentang.

Ibrahim bin Adham lantas melepas ikatan yang membelenggu tangan dan kaki pria tadi, lalu bertanya tentang asal usul kejadian yang menimpanya. Orang itu menjawab," Aku adalah seorang pedagang yang bernasib malang. Aku dihadang oleh kawanan begal dan merampas semua harta yang aku bawa. Mereka itu tidak membunuhku, hanya mengikatku dan melemparkan aku ke tempat ini. Tujuh hari telah berlalu. Dan gagak itu setiap hari datang kepadaku membawa roti dengan paruhnya, lalu memasukkannya ke dalam mulutku. Selama tujuh hari Allah swt . Tidak membiarkan hamba-Nya ini dalam kelaparan."

Setelah akhir cerita, Ibrahim naik kuda lagi dan membonceng pria tadi lalu diajak ditempat perberhentiannya tadi. Dengan peristiwa ini, Ibrahim bin Adham menjadi sadar dan bertaubat kepada Allah swt. Maka sebagai realisasinya, ia lepaskan pakaian kebesarannya dan memulai hidup sederhanan sebagai sorang sufi.

Untuk meyakinkan kepada Anda bahwa Allah adalah Dzat pemberi rizki yang pasti akan diberikan kepada hamba-Nya, maka tidak ada salahnya kalau penulis kembali mengemukakan sebuah cerita.Cerita yang bertutur tentang keinginan seorang pemuda untuk membuktikan bahwa Allah adalah ar-Razzaq. Pemuda tersebut suatu hari pergi ke sebuah hutan mencari sebuah gua yang sulit ditemukan. Setelah lama melakukan pencarian, tibalah ia disebuah gua yang tidak pernah dikunjungi oleh manusia. Gua yang sepi, jauh dari jangkauan manusia. Gua itu tertutup batu-batuan dan pepohonan dan tak akan terlihat oleh siapapun yang lewat, kecuali kalu benar-benar di perhatikan.

Pemuda itu segera masuk ke gua itu dan menutup jalan masuknya dengan batu. Lalu ia mengikat seluruh tubuhnya ke sebuah tiang yang ada di gua itu."Hmmm....sekarang aku tak bisa kemana-mana dan hampir mustahil ditemukan orang." Pikir sang pemuda." Sekarang aku tinggal menanti apa benar Tuhan itu Maha Pemberi rizki."

Tiga hari sudah pemuda itu terkurung dalam gua. Tubuhnya sudah lemas karena tak setetespun air masuk ke dalam kerongkongannya dan tak sebutir makanan masuk ke dalalm perutnya."Sebentar lagi aku akan mati lemas," gumam si pemuda.

Pada saat bersamaan ada serombongan pemburu masuk ke hutan. Tak sengaja mereka menemukan sebuah gua yang tersembunyi. Karena hari sudah malam dan para pemburu itu ingin berteduh, mereka pun masuk ke dalam gua itu. Sayang, gua itu pntu masuknya tertutup batu.
Seorang pemburu berusaha mendorong batu penutup gua " uh....berat sekali,"katanya." sebaiknya kita cari gua yang lain saja."
"Tidak, hari sudah malam. Kita tetap masuk ke gua itu! " perintah ketua rombongan. Para pemburu segera mengerahkan segenap tenaga untuk mendorong batu. Senapan dan segala persenjataan dikerahkan. Akhirnya batu itu berhasil dihancurkan. Dan masuklah mereka ke dalam gua.

Ketika tengah asyik membuat api unggun dan membuka perbekalan, tiba-tiba seorang pemburu menyenggol sesuatu." Hai lihat....ada mayat disini!"teriaknya panik. Teman-temannya segera menghampiri tubuh seorang pemuda yang tergolek tak berdaya di dekat mereka. Tubuh pemuda itu diikat ke tiang gua." Siapa tahu ia masih hidup," ujar ketua rombongan.

"Ayo buka ikatanya dan masukkan air ke dalam mulutnya." Para pemburu segera membuka ikatan ditubuh sang pemuda. " Aduh....talinya sudah menempel di kulit. Tak bisa dibuka!" teriak salah seorang dari mereka.
" Cungkit pakai pisau,"perintah sang ketua. Dengan susah payah akhirnya tali berhasil lepas dari tubuh pemuda itu. Kemudian sebotol air minum dimasukkan ke mulut si pemuda. Tapi mulutnya tidak bisa dibuka.
" Buka dengan paksa!"perintah sang ketua. Mulut pemuda itu pun segera dibuka dengan paksa, agar air bisa masuk. Tetapi tetap sja tertutup. Mulut si pemuda itu sudah menyatu dengan kulitnya.
" Biarkan saja ia mati!" usul seorang pemburu."jangan." ujar ketua rombongan sambil menggelengkan kepala."Buka mulutnya dengan palu!".
Begitulah, pemuda itu dipaksa agar bisa membuka mulut dan minum air. Sekeras apapun ia menjauhi rizki, kalau Allah menghendaki, rizki akan tetap mendekat.

Sampai disini tentu Anda sudah dapat menangkap inti kedua cerita yang penulis paparkan di atas. Jadi mulai kini jangan lagi Anda ragu akan kemurahan Allah. Jangan ada pikiran yang bersemayam dalam hati Anda," Besok makan apa?" Mau nikah kok nggak punya biaya." apa mungkin saya bisa kuliah ke Perguruan tinggi?" Hilangkan pikiran-pikiran semacam ini, lalu yakin dan berusahalah, sebab disanalah nanti Allah akan menurunkan rizki-Nya kepada Anda.



thumbnail
Judul: Membuka Kran Rizki
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait edukasi :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013. About - Sitemap - Contact - Privacy
Template Seo Elite oleh Bamz Publisher Free Template