Minggu, 22 Oktober 2017

Bekerjalah engkau,rizki akan engkau raih

Bekerja dalam islam


Semua orang pasti ingin bekerja sesuai dengan apa yang menjadi idealismenya. Yang sarjana ekonomi ingin menjadi banker atau ekonom.Yang lulusan Perguruan Tinggi Agama ingin jadi Pegawai Departemen Agama.Yang lulusan teknik tentu ingin jadi teknokrat. Yang lulusan Sekolah Politik bercita-cita pengen jadi anggota partai politik.DPR/MPR atau DPRD. Dan masih banyak lagi.Yang jelas apapun spesialisasi yang dimiliki, tenetu yang bersangkutan pasti ingin satu hal,yakni bekerja.


Memang ,zaman sekarang amat sulit mencari pekerjaan. Bahkan konon jumlah lapangan pekerjaan dan jumlah lulusan Perguruan Tinggi tidaklah seimbang, dimana hal ini berimplikasi pada makin maraknya pe4ngangguran intelektual.Akibatnya,banyak para sarjana yang bekerja asal bekerja."Yang penting menghasilkan uang."tutur mereka.Maka tidak heran,jika anda sering melihat lulusan Perguruan Tinggi kerjanya di tambak, warung,buka rental komputer, buka stand di pasar dan masih banyak lagi. Yang penting bagi mereka menghasilkan uang.

Persoalan tidak sesuai dengan bidang yang mereka tekuni selama di Perguruan Tinggi bagi mereka tidaklah menjadi persoalan.




 Anda bisa juga melihat, betapa pekerjaan dan bekerja merupakan prioritas utama dalam kehidupan, bahkan karena hal ini, banyak orang tidak memperhitungkan waktu dan tenaga.
Hal ini dapat anda perhatikan di desa-desa terpencil yang kehidupan ekonominya jauh dari harapan, seperti di tempat tinggal penulis.Disana ketika adzan shubuh berkumandang, para petani sudah dengan cekatan memanggul cangkul atau apa saja untu pergi ke sawah. Mereka pulang setelah adzan ashar berkumandang dengan wajah penuh lumpur. Kalu sudah begitu kadang waktu shalat,keterbatasan tenaga,juga waktu bercengkrama dengan keluarga menjadi terabaikan.Yang penting kerja dan kerja.

Anda juga dapat menyaksikan hal ini -misalkan- dikampung(sebuah dusun terpencil dikota Cimahi sebelah utara kecamatan cihanjuang) tempat kelahiran penulis yang rata-rata penduduknya bermata pencaharian sebagai petani kebun sayuran.

Ada pula fenomena yang memprihatinkan berkembang di masyarakat dewasa ini,bahwa mencari pekerjaan haruslah dengan pengorbanan yang luar biasa, meski pengorbanan itu bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Banyak kasus yang membuktikan akan hal ini. Misalnya saja, seorang gadis yang mula-mula memakai jilbab, tetapi karena diterima di instansi tertentu yang mengharuskan melepas jilbab,maka iapun melepasnya, padahal jilbab adalah perintah agama.
Dan masih banyak lagi.

Maka bersyukurlah anda jika sekarang anda mendapatkan pekerjaan yang layak.Entah anda sekarang menjadi pegawai swasta, pegawai negri, tukang becak, petani, politisi, teknokrat atau penulis- meski gaji yang anda terima belum memenuhi standar misalnya- No Problem.
Yang penting apapun profesi yang saat ini geluti, lakukanlah dengan profesional. Jadi politisi harus profesional, jadi pegawai negri harus profesional, jadi enterpreneur harus profesional, bahkan jadi tukang becakpun harus profesional.Lalu yang kayak apa sih profesional itu ? Profesional berarti anda harus punya skill (kemampuan,kecakapan)knowlwdge(pengtahuan) dan yang terpenting anda harus mempunyai attitude (menjaga sikap) karena itu akan menjadi ciri khas anda,sebagai seorang pribadi.
thumbnail
Judul: Bekerjalah engkau,rizki akan engkau raih
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait Bekerja dalam islam, edukasi :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013. About - Sitemap - Contact - Privacy
Template Seo Elite oleh Bamz Publisher Free Template